Anakku bertanya "ibu ngapain mendokumentasikan semua yang dimakan di IG plus blog, padahal ibu kan sibuk banget?"

Justru, karena aku sibuk banget. Aku butuh alat bantu pengingat, hari ini makan apa, kemarin apa, kemarinnya lagi apa. Supaya apa? Supaya kalau lagi ribet bisa nyontek MP yang sebelumnya.

Walau belum 1 bulan, tapi aku merasakan manfaat buat diriku sendiri dari dokumentasi pribadi ini.

Pertama, memudahkan aku untuk belajar dari kesalahanku sendiri. IG ini bukan berisi MP yang sempurna, tapi isinya perjalanan naik turun setiap hari. Ada hari gagal, ada hari berhasil. Ada hari makanannya aku suka, ada hari yang rasa makanannya jadi aneh.

Kedua, ini tuh seperti buat katalog menu yang bisa membantu memudahkanku merancang MP. Walau saat ini aku follow banyak orang yang juga membuat aneka MP, tapi menurutku ttp paling enak nyontek buatan sendiri, karena sudah tahu bahannya, bumbu & rasanya, bahkan sampai perkiraan kalorinya.

Masih banyak sih alasan2 lainnya, termasuk bagian dari akuntabilitas personal. Bahwa aku betul2 makan sesuai MP. Memang ada yang tidak terfoto, biasanya kopi (karena kopiku sebagian besar kopi hitam tanpa gula) & kombucha, karena nyaris tanpa kalori dan aku minumnya per 50ml campur es batu.

Buat siapa? ya buatku sendiri. Karena sebagaimana yang dikatakan coach Dien, "Manusia bisa bohong, tapi badan kita nggak bisa bohong. Kalau surplus yah susah turun. Kalau defisit yah pasti turun." - Betul banget coach, hehe..



0 Comments